Skip to main content

Posts

Resensi Buku Mobil Bekas - Bernard Batubara

Candu

Setelah beberapa tahun berlalu, potongan-potongan gambar kecil dari suasana Bandung tiba-tiba menarikku ke kenangan di masa lampau Sebuah kenangan yang telah kukubur secara paksa Luka yang telah kering dan berhenti mengalirkan darah Bagian dari hidup yang kupotong dan kuhilangkan Setiap orang pasti memiliki sebuah bagian yang ia hapus Entah ia berupa ruang, waktu, nama, kata Ia pun telah kuhapus. Sebuah pojok dari Bandung yang mengandung kisah bersama sebuah nama, sebuah pengakuan, sebuah air mata, yang terangkul dalam kecupan terakhir Kopi hitam pada malam itu sesaat terasa asin  Tanpa kusadari air mata ikut tercampur ke dalamnya Setelah lama tersesat mencari kuburnya, akhirnya mampu kutemukan Ia masih terhias dengan cantik sepeti terakhir kumeninggalkannya Hari ini, ku hendak menggali kuburnya Kusingkirkan bunga-bunga yang tertabur di atasnya, kuambil sedikit demi sedikit tanah yang menutupinya, hingga ia sedikit terbuka Tercium aroma busuknya Terlalu lama ia di...

Lepas dan Mati

Kau ikat dia Kau kurung dalam sebuah ruang Kau ajari Kau didik Kau bentuk Apa itu dunia, bagaimana ia bekerja, bagaimana segala sesuatu bekerja Apa itu cinta Apa itu benci Mana yang baik, mana pula yang tidak Ini hitam, ini putih, hanya orang gila yang membentuk garis abu Ada kalanya kau menjadi tua, dan sayapnya sudah terlalu besar untuk hidup dalam ruang itu Kau buka kurungannya Kau lepas Silau, sungguh silau Matanya tak terbiasa melihat cahaya matahari Kulitnya tidak terbiasa terkena debu jalanan Sayapnya tak terlatih untuk terbang Kau mati, ia pun masih hidup Kau mengajarinya tentang idealis, tapi yang dilihat hanyalah realitas Kau mengajarinya tentang hitam-putih, tapi yang dilihatnya hanya abu Kau lupa, ia seharusnya belajar sejak dini Kau lupa, ia bukan kau Kau lupa, kelak ia akan dewasa dan menghidupi dirinya sendiri Kau lupa mengajarkannya untuk hidup Berkat segala bentukanmu, ia lapar, rapuh, lemah, bingung Terapung dan tersesat Ia mengulang se...

Arranged: Menghidupkan Tradisi dalam Masyarakat Plural

Perbenturan budaya, dalam konteks positif ataupun negatif, dalam kota metropolitan menjadi hal yang biasa terjadi. Film Arranged yang ditulis oleh Stefan Schaefer menghadirkan fenomena ini dalam bentuk persahabatan antara Rochel Meshenberg, seorang Yahudi Ortodoks, dengan Nasira Khaldi, seorang Muslim keturunan Suria. Brooklyn, New York, menjadi latar belakang dari berlangsungnya hubungan mereka. Film independen asal Amerika yang diproduksi oleh Cicala Filmworks ini membuka narasi dengan menunjukan bagaimana Rochel dan Nasira yang bekerja sebagai guru baru di sebuah sekolah umum menghadirkan identitas yang berbeda dari guru-guru lainnya. Identitas Yahudi dan Islam yang dihadirkan sempat dijadikan sorotan oleh murid-murid dan kepala sekolah mereka. Persahabatan mereka pun diwarnai dengan bagaimana mereka bercerita tentang tradisi yang dimiliki masing-masing, hingga masalah perjodohan beserta dilemanya yang dimiliki keduanya. Rochel sebagai Yahudi Ortodoks harus menentukan pilihan atas...

Tersesat dalam Bahasa

X. Begitulah orang-orang memanggil dirinya. Sebuah kata yang terdiri dari huruf. Satu saja, tak lebih. Sebuah huruf mewakili sebuah nama merepresentasikan seseorang. Hanya kata karena sang ibu ingin melepaskan dirinya dari makna-makna, dari marga, dari berbagai arti. Sang ibu tak ingin anak perempuannya mengalami apa yang dialami ibunya. Membawa beban atas makna dari namanya kemana-mana. Mentato identitas di wajahnya melalui marga yang tercetak di kartu identitasnya. Dituntut menjadi sebuah karakter sebagai dampak dari nama yang diberikan kedua orang tuanya. Ia tak ingin menuntut apa-apa dari anaknya. "Silahkan buatlah makna sendiri. Bentuklah sebuah tuntutan sesuai keinginanmu. Ukirlah identitas yang tepat bagimu." Namun sang ibu lupa. Huruf pun melahirkan makna. Kejanggalan melahirkan imajinasi yang lebih liar dalam memaknai. Ia tak pernah benar-benar berdiri sendiri. Berkaitan dengan huruf lain, benda lain, makna lain, realitas lain. Ia telah melahirkan sesuatu yang lebi...

“Mainan” Baru Candu Baru

Kamis malam awal Maret lalu, di salah satu sudut pinggiran kabupaten Sumedang, tak jauh dari kampus empat perguruan tinggi besar, sembilan pemuda (yang akan disebutkan dengan nama samaran) berkumpul di rumah seorang kawan mereka. Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa baru, tapi ada pula yang dari tingkat dua dan tiga. Mahasiswa dari kampus yang berbeda-beda ini dipersatukan oleh latar belakang hobi yang sama, dan tentunya alkohol. Mereka bercanda, makan malam, serta bermain kartu. Sebuah rutinitas untuk memangkas waktu bersama. Salah seorang hadir membawakan permainan baru bagi malam itu. Permainan tersebut tertanam dalam tiga lintingan kecil dan tersembunyi di dalam kotak rokok. Tentunya bukan rokok dan terlalu mungil untuk ganja. Mereka sebuah tembakau yang akrab dengan julukan “sinte” atau “ganja sintetis”. Salah seorang dari mereka, Jarwo, mengambil dan menyulutnya. Ia mengisap hanya dalam satu tarikan. Dilanjutkan ke temannya, Andre, yang memang sudah terbiasa menggunakan...

Alternatif Baru Dari Ganja Alami

Ganja sintetis merupakan anggota narkoba baru yang secara hukum baru diilegalkan awal tahun ini. Umumnya, ganja sintetis sendiri terbuat dari tembakau yang diberikan zat-zat kimia sehingga menghasilkan efek yang mirip dengan ganja. Namun berkali-kali lebih memabukkan atau “naik” dan membahayakan. Sebelum hadirnya aturan mengenai ganja sintetis, ia seringkali dianggap sebagai barang yang cenderung lebih aman, tidak terdeteksi, dan lebih mudah didapatkan dibandingkan ganja. Oleh karena itu, di beberapa negara seringkali disebut dengan legal high. Dania Putri, ahli aturan obat-obat internasional dan kebijakan obat-obatan di Asia Tenggara, mengatakan ganja sintetis ini muncul sebagai alternatif dari ganja saat ia diilegalkan. Salah seorang mahasiswa universitas negeri di Jawa Barat berinisial T (21) menceritakan bahwa ia seringkali menggunakan ganja sintetis sebagai pengganti ganja saat ganja sedang sulit didapatkan. Ganja sintetis sendiri memang lebih mudah untuk didapatkan. Bahkan seb...