Skip to main content

She Lied

I lied, I did lied, I truly lied

She was a dreamer
A stars catcher
Insane to get those flower
A love hunter
But they wont last forever
They die, they explode each morning

Put those red dress and crimson lipstick by night
Put those jeans, sneaker, and white t-shirt by day
Walking on the cold street by night
Relying to the kindness of stranger
To get high on a free charge
Walking to school in the morning
Relying on what she remember
To get a good grade
But all she got are a red scratch on her paper

She watched people stabbed each other
Her uncle, dad, mom, brother, they were stabbed, died?
She lost them, or at least that what she knew

People used other people to get what they want
People used her to get what they want
Blood on the street
Red

They kissed her on night, dumped her by day
Let her high and dry, then leave her alone
Nobody will truly know her
Not her friend from past, her friend in present, nor future
She constructed her live perfectly

She used to think there are a fairies, true love, and white horse
She was stupid, reckless, young, beautiful, misunderstood
Her life was a mistake
She cried each times to sleep
After all that happen to her

Two years passed away

She woke up in the street of no where
No one beside her
No one asking her why
Neither what happen to her
Because no one care and own her
She belongs to no where
She had nothing left on her
Sometimes, friends, home, money, virginity, moral aren’t a choice
She watched all of her flowers died
She got one by night, then it died in the morning
She watched the stars fusion and explode

No one could stand too long besides her
No one could ever become her true friends, boyfriend, nor part of her lives
She's too unusual, not even close to normal
Poeple come, she blinks, and they leave
New people come, she goes to the toilet, and they leave
She sleeps with a different guy and plays with different girl each night and day

Now she becomes a leaf that fly everywhere following a path of wind
Enjoying the feels of air
No direction, no vision
She flies
Into a true freedom

She gets everything when she had nothing
She found herself when she lost in the middle of no where
She feels a true kind of freedom
Nothing left but freedom
Where she owns herself and reality
You may dumped and jailed her body,
But not her mind

She may never be a normal
You may say that she’s crazy, some living weird shit
But who cares, she’s happy and free in her own way
With her red band on

Comments

Popular posts from this blog

Rekam Jejak Ganja Sintetis

Mendengar dan mendapat informasi dari beberapa pengguna, seperti R dan T tentang penggunaan ganja sintetis. Mereka mengatakan bagaimana mendapatkan “barang” (ganja sintetis) itu dan keduanya mengakui betapa mudah mendapatkannya. Dari sana, kami menelusuri sebenarnya bagaimana awal mula atau rekam jejak mengenai ganja sintetis ini. Sebagai aktivis yang bergerak untuk melegalkan ganja, Dhira Narayana dari Lingkar Ganja Nusantara (LGN), mengaku pernah mendapatkan ganja sintetis ini sekitar tahun 2012 yang ia dapatkan dari temannya. Ia pun mengaku tertipu karena ternyata efek yang dihasilkan berbeda dari yang alami. Baginya ganja sintetis itu lebih berbahaya. “Ya, pertama kali make ketipu di tahun 2012 dibawa sama temen dibilangnya ganja. Ketika saya pakai awalnya gelap. Rasanya seperti melihat langit tapi kayak cahaya-cahaya. Saya jadi parno, mau balik ke dunia biasa gak bisa dan saya ketakutan. Cuma 5-10 menit dan hilang. Saya gak mau make lagi, yang pasti itu berbahaya karena k...

“Mainan” Baru Candu Baru

Kamis malam awal Maret lalu, di salah satu sudut pinggiran kabupaten Sumedang, tak jauh dari kampus empat perguruan tinggi besar, sembilan pemuda (yang akan disebutkan dengan nama samaran) berkumpul di rumah seorang kawan mereka. Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa baru, tapi ada pula yang dari tingkat dua dan tiga. Mahasiswa dari kampus yang berbeda-beda ini dipersatukan oleh latar belakang hobi yang sama, dan tentunya alkohol. Mereka bercanda, makan malam, serta bermain kartu. Sebuah rutinitas untuk memangkas waktu bersama. Salah seorang hadir membawakan permainan baru bagi malam itu. Permainan tersebut tertanam dalam tiga lintingan kecil dan tersembunyi di dalam kotak rokok. Tentunya bukan rokok dan terlalu mungil untuk ganja. Mereka sebuah tembakau yang akrab dengan julukan “sinte” atau “ganja sintetis”. Salah seorang dari mereka, Jarwo, mengambil dan menyulutnya. Ia mengisap hanya dalam satu tarikan. Dilanjutkan ke temannya, Andre, yang memang sudah terbiasa menggunakan...

Tersesat dalam Bahasa

X. Begitulah orang-orang memanggil dirinya. Sebuah kata yang terdiri dari huruf. Satu saja, tak lebih. Sebuah huruf mewakili sebuah nama merepresentasikan seseorang. Hanya kata karena sang ibu ingin melepaskan dirinya dari makna-makna, dari marga, dari berbagai arti. Sang ibu tak ingin anak perempuannya mengalami apa yang dialami ibunya. Membawa beban atas makna dari namanya kemana-mana. Mentato identitas di wajahnya melalui marga yang tercetak di kartu identitasnya. Dituntut menjadi sebuah karakter sebagai dampak dari nama yang diberikan kedua orang tuanya. Ia tak ingin menuntut apa-apa dari anaknya. "Silahkan buatlah makna sendiri. Bentuklah sebuah tuntutan sesuai keinginanmu. Ukirlah identitas yang tepat bagimu." Namun sang ibu lupa. Huruf pun melahirkan makna. Kejanggalan melahirkan imajinasi yang lebih liar dalam memaknai. Ia tak pernah benar-benar berdiri sendiri. Berkaitan dengan huruf lain, benda lain, makna lain, realitas lain. Ia telah melahirkan sesuatu yang lebi...