Skip to main content

Kenormalan yang Aneh

Ziarah: Sebuah NovelZiarah: Sebuah Novel by Iwan Simatupang

My rating: 5 of 5 stars


Buku ini sudah membuat saya jatuh cinta mulai dari pembukaan yang dihadirkannya,

"Djuga pagi itu dia bangun dengan rasa hari itu dia bakal bertemu istrinya disalah satu tikungan, entah tikungan mana. Sedang istrinya telah mati entah berapa lama."

Saya menemukan buku ini di salah satu pojok perpustakaan favorit saya. Judulnya yang mengingatkan saya pada film karya Mas BW Purbo Negara langsung perhatian saya. Judul dengan satu kata yang kuat selalu memiliki daya tarik tersendiri. Penulis mampu mengemas begitu banyak hal absurd dengan penekanan bahwa segalanya begitu biasa saja. Ia menghadirkan sebuah konflik dan kekacauan luar biasa yang justru dimulai dari hal kecil yang tiba-tiba menjadi normal. Kenormalan yang tidak normal.

Hingga sebuah kutipan dari buku ini yang turut menyimpulkannya,

"Seluruh peristiwa ini adalah biasa sadja. Semua jang tidak biasa, adalah pada halekatnya biasa sadja."

Entah berapa kali buku ini berhasil membuat senyum-senyum ataupun heran sendiri. Buku ini



View all my reviews

Comments

Popular posts from this blog

Turn Your Dream into a Fiction

Turn Your Dream into a Fiction I write down almost every single dream that I had in the night since I was about nine or ten years old. Why? Basically because I had a nightmare at that moment, and I kept remembering it, then I decided to write it down on my diary. But then I addicted to write more and more. Our dreams that we had in the night in our sleep, are amazing, and unlimited. Full of emotion and sensation, give us a great ideas, even tough sometimes they make us cry in the morning, or frightening. Some people believed that every single dream have a special meaning. I continue to write down my dreams because I enjoyed to read it back again. Sometimes they are associated to each other, sometimes it just a weird and doesn’t really has the “Heart”, but sometimes it could made my throat even felt the heartbeat. Mostly, my dreams didn’t really had a main character, and it was like an incident lead by another incident, but didn’t really had a climax, or the real story. That’s why I ...

“Mainan” Baru Candu Baru

Kamis malam awal Maret lalu, di salah satu sudut pinggiran kabupaten Sumedang, tak jauh dari kampus empat perguruan tinggi besar, sembilan pemuda (yang akan disebutkan dengan nama samaran) berkumpul di rumah seorang kawan mereka. Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa baru, tapi ada pula yang dari tingkat dua dan tiga. Mahasiswa dari kampus yang berbeda-beda ini dipersatukan oleh latar belakang hobi yang sama, dan tentunya alkohol. Mereka bercanda, makan malam, serta bermain kartu. Sebuah rutinitas untuk memangkas waktu bersama. Salah seorang hadir membawakan permainan baru bagi malam itu. Permainan tersebut tertanam dalam tiga lintingan kecil dan tersembunyi di dalam kotak rokok. Tentunya bukan rokok dan terlalu mungil untuk ganja. Mereka sebuah tembakau yang akrab dengan julukan “sinte” atau “ganja sintetis”. Salah seorang dari mereka, Jarwo, mengambil dan menyulutnya. Ia mengisap hanya dalam satu tarikan. Dilanjutkan ke temannya, Andre, yang memang sudah terbiasa menggunakan...

Thank you :)

He drinks beer, I drink water He is a movie director, I'm a highschool student He smokes, I hate ciggarate He lives in Myanmar, I live in Indonesia He loves party at night, I love sleep at night He has a black eyes, I have a brown eyes He is 29 years old, I'm 18 years old He loves sweet music, I love rock music He has a warm hands, I have a cold hands "thankyou so much for this whole week", "No, I'm the one who should say thankyou" :) thank you