Skip to main content

Terkunci

Selepas terlelap selama puluhan jam, kumasih belum siap untuk membuka mata
Kedua telingaku telah berteriak kesakitan karena terlalu lama tertimpa kepalaku
Tidur menghadap kanan atau kiri

Kini terlentang
Terus memejamkan mata sampai kepala belakangku yang berteriak
Setiap bagian tubuh perlahan-lahan dan saling bergantian saling berteriak
Bagaimana cara berhenti mendengar teriakan saat telingaku pun tak berhenti meneriakiku

Tak lama, air memasuki kamar
Aku mendengar tetesan-tetesan air jatuh dari dinding
Semakin deras
Semakin tergenang
Sampai kuterpaksa membuka mata karena sebagian tubuhku sudah tenggelam

Tepat saat kuingin membuka kamar, ada seorang laki-laki mengunci kamarku dari luar
Ia tertawa menjauh
Hilang

Aku memaksa membuka pintunya
Gagal
Aku berteriak
Tak ada yang mendengar
Aku menangis histeris
Tak ada suara apapun dari luar kamarku

Setiap bagian dari tubuhku telah berhenti untuk berteriak
Pun aku
Tak ada orang di luar kamar
Tak ada yang mendengar
Selain diriku sendiri

Air terus naik
Kubiarkan dirimu tenggelam
Tanpa suara apapun
Kecuali kucuran air

Kupejamkan mata
Membiarkan tubuhku melemas untuk terakhir kalinya
Dalam kamar yang terkunci
Dalam air

Selamat istirahat

Comments

Popular posts from this blog

Turn Your Dream into a Fiction

Turn Your Dream into a Fiction I write down almost every single dream that I had in the night since I was about nine or ten years old. Why? Basically because I had a nightmare at that moment, and I kept remembering it, then I decided to write it down on my diary. But then I addicted to write more and more. Our dreams that we had in the night in our sleep, are amazing, and unlimited. Full of emotion and sensation, give us a great ideas, even tough sometimes they make us cry in the morning, or frightening. Some people believed that every single dream have a special meaning. I continue to write down my dreams because I enjoyed to read it back again. Sometimes they are associated to each other, sometimes it just a weird and doesn’t really has the “Heart”, but sometimes it could made my throat even felt the heartbeat. Mostly, my dreams didn’t really had a main character, and it was like an incident lead by another incident, but didn’t really had a climax, or the real story. That’s why I ...

“Mainan” Baru Candu Baru

Kamis malam awal Maret lalu, di salah satu sudut pinggiran kabupaten Sumedang, tak jauh dari kampus empat perguruan tinggi besar, sembilan pemuda (yang akan disebutkan dengan nama samaran) berkumpul di rumah seorang kawan mereka. Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa baru, tapi ada pula yang dari tingkat dua dan tiga. Mahasiswa dari kampus yang berbeda-beda ini dipersatukan oleh latar belakang hobi yang sama, dan tentunya alkohol. Mereka bercanda, makan malam, serta bermain kartu. Sebuah rutinitas untuk memangkas waktu bersama. Salah seorang hadir membawakan permainan baru bagi malam itu. Permainan tersebut tertanam dalam tiga lintingan kecil dan tersembunyi di dalam kotak rokok. Tentunya bukan rokok dan terlalu mungil untuk ganja. Mereka sebuah tembakau yang akrab dengan julukan “sinte” atau “ganja sintetis”. Salah seorang dari mereka, Jarwo, mengambil dan menyulutnya. Ia mengisap hanya dalam satu tarikan. Dilanjutkan ke temannya, Andre, yang memang sudah terbiasa menggunakan...

Thank you :)

He drinks beer, I drink water He is a movie director, I'm a highschool student He smokes, I hate ciggarate He lives in Myanmar, I live in Indonesia He loves party at night, I love sleep at night He has a black eyes, I have a brown eyes He is 29 years old, I'm 18 years old He loves sweet music, I love rock music He has a warm hands, I have a cold hands "thankyou so much for this whole week", "No, I'm the one who should say thankyou" :) thank you