Ia melihat dunia tanpa ada ingatan tentang orang tuanya. Seekor burung kecil dan jelek. Lupa kapan ia mulai bisa terbang, hanya saja seumur hidupnya ia selalu terbang. Terbang seekor diri. Ia dapat menjadi siapa pun karena tak ada yang mengingatnya. Tidak berharga untuk dipelihara, apalagi diberi makan dan ditaruh dalam sangkar. Terlalu liar untuk dijinakan. Ketika ia mati, tak akan ada air mata yang jatuh untuknya. Hanya ada seorang manusia yang tak sengaja menginjak bangkainya dan menendangnya ke saluran air di pinggir jalan. Begitu singkat sekaligus rumit kisah hidupnya. Untungnya ia tidak penting, sehingga kerumitan hidupnya hanya menjadi beban bagi dirinya sendiri.
Turn Your Dream into a Fiction I write down almost every single dream that I had in the night since I was about nine or ten years old. Why? Basically because I had a nightmare at that moment, and I kept remembering it, then I decided to write it down on my diary. But then I addicted to write more and more. Our dreams that we had in the night in our sleep, are amazing, and unlimited. Full of emotion and sensation, give us a great ideas, even tough sometimes they make us cry in the morning, or frightening. Some people believed that every single dream have a special meaning. I continue to write down my dreams because I enjoyed to read it back again. Sometimes they are associated to each other, sometimes it just a weird and doesn’t really has the “Heart”, but sometimes it could made my throat even felt the heartbeat. Mostly, my dreams didn’t really had a main character, and it was like an incident lead by another incident, but didn’t really had a climax, or the real story. That’s why I ...
Comments
Post a Comment