Alarm melengkinkan suaranya Menendang setiap sisi ruang Memaksaku untuk membuka mata Cahaya terik menyusup melalui jendela menembus tirai Terpecah menjadi beberapa garis tajam Bising Silau Ada yang berteriak Ada yang bergerak Banyak yang berteriak Banyak yang berlari Aku tak bergerak Menutup telinga dan mataku Tidak tidur pun bangun Kuhanya meringkuk di sudut itu Tak ingin beranjak Tak ingin melihat mata-mata yang akan merendahkan Mata-mata yang tak pernah kumenangkan dalam sejuta argumen Mata-mata yang lebih besar dariku Mata-mata yang dengan mudah menyakitiku Mata-mata yang mampu membuatku sekarat dalam satu kedipan Mata-mata yang tak pernah membiarkanku mati, pun hidup Mata-mata yang jauh melebihi mataku Mata-mata yang jauh melebihi mataku dalam segalanya Mataku yang saat ini hanya mampu meneteskan air mata Mataku yang takut melihat sinar matahari takut mengetahui hari telah tiba Mataku yang gemetar mendengar alarm gemetar mengetahui harus beranjak kel...